Rasulullah SAW Melarang Memukul Anak Kecil yang Sedang Menangis

8 Rasulullah SAW Melarang Memukul Anak Kecil yang Sedang MenangisRasulullah SAW bersabda : Janganlah kamu memukul anak- anak kamu di sebabkan mereka menangis dalam masa setahun. Karena pada empat bulan pertama kelahirannya Ia bersyahadat LAA ILAAHA ILLALLAH. Pada empat bulan kedua pula ia berselawat ke atas Nabi SAW Dan pada empat bulan seterusnya pula ia mendoakan kedua ayah bunda nya. ( HR Abdullah Ibnu Umar ra )

Baginda Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tangisan anak di waktu kecil pada bulan pertama adalah tanda ia bertauhid kepada Tuhan Nya dan empat bulan kedua pula ia membacakan selawat kepada Nabi nya dan empat bulan seterus nya ia memohon istighfar untuk kedua ayah bunda nya.

Rasulullah SAW Bersabda : Anak-anak sebelum sampai ia baligh maka apa-apa yang di perbuat nya daripada kebaikan maka di tuliskan untuknya dan kedua ibu bapaknya.

Dan apa yang di perbuat nya daripada kejahatan maka tiadalah di tulis untuk nya dan tidak pula di tulis untuk kedua ibu bapaknya. Apabila ia telah baligh maka berlakulah yang di tulis itu atasnya ia itu segala amal baik atau buruknya. ( HRImam Anas bin Malik ra)

Sabda Rasulullah SAW ;”Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada.” (HR. Muslim)

Begitupun dalam dunia kedokteran, memukul anak akan meninggalkan pesan psikologi yang mengganggu si anak.

Hasil survei yang dilakukan di Australia menunjukkan bahwa 69 persen orang tua masih menggunakan cara memukul untuk mendisiplinkan anak mereka. Padahal menurut dokter, kebiasaan ini harus segera dihentikan, sebab bisa membuat anak mengalami masalah perilaku.

Perdebatan mengenai apakah hukuman fisik merupakan bentuk aman dan efektif untuk mendisiplinkan anak kini mulai membuahkan hasil. Para dokter anak dari divisi pediatrik Royal Australasian College of Physicians (RACP) menyerukan bahwa hukuman fisik harus dibuat sebagai sebuah tindakan yang ilegal.

Selain hanya menggunakan tangan kosong, tak jarang juga orang tua menggunakan alat seperti sabuk untuk memukul anaknya. Menurut RACP, hukuman fisik berarti menggunakan kekuatan fisik untuk mengontrol perilaku anak.

Mereka berpendapat bahwa hukuman fisik, termasuk memukul, sudah sangat kuno. Ini berarti hak asasi anak sebagai manusia telah dilanggar dan mereka menjadi satu-satunya kelompok yang tidak dilindungi dari kekerasan fisik dalam undang-undang saat ini. Ini berarti orang tua harus menggunakan metode pendisiplinan lain yang lebih efektif namun tidak melibatkan kekerasan, seperti dilansir ABC, Kamis (5/9/2013).

Prof Susan Moloney, Presiden Paediatrics and Child Health Division RACP dan profesor di Griffith University, mengatakan hukuman fisik yang berlanjut menjadi kekerasan pada anak akan membuat mereka mengalami masalah perilaku dan mental dalam jangka panjang.

“Tidak ada batas aman berapa kali atau seberapa keras pukulan boleh dilakukan. Apa yang disebut salah pada satu orang tua mungkin berbeda dengan definisi orang tua lain. Intinya anak-anak tidak boleh tunduk pada hukuman fisik,” ujar Prof Susan.

Studi menunjukkan hukuman fisik memiliki berbagai konsekuensi dalam hal kesehatan maupun sosial anak. Hukuman fisik juga bukan bentuk disiplin yang efektif. Beberapa temuan khusus lain meliputi:

1. Pengalaman hukuman fisik di masa kanak-kanak dikaitkan dengan depresi, gangguan kecemasan, penyalahgunaan zat, dan gangguan kepribadian di kemudian hari.

2. Pengalaman hukuman fisik pada anak dikaitkan dengan insiden yang lebih tinggi dari kondisi kesehatan di masa dewasa, termasuk penyakit jantung, obesitas dan arthritis.

3. Anak-anak yang sering dipukul pada usia 3 tahun lebih mungkin untuk menjadi agresif pada usia 5 tahun.

4. Hukuman fisik mengajarkan anak-anak lebih memilih untuk menghindari perilaku buruk di depan orang tuanya ketimbang menghentikan perilaku buruk tersebut sepenuhnya.

5. Tidak ada bukti bahwa hukuman fisik meningkatkan perkembangan dan kesehatan anak dan kesehatan.

Psikolog anak dan pendidikan, Andrew Greenfield, mengatakan memukul hanya memberitahu anak-anak bahwa memukul orang lain tidak akan menjadi masalah. Saat itu juga, anak-anak belajar bahwa kekerasan fisik adalah cara untuk memecahkan masalah.

“Ini mungkin memiliki keuntungan jangka pendek bagi orang tua, tetapi tidak mengajarkan anak-anak mereka apapun,” terang Andrew

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *